Setiap tahun sekitar 132 juta bayi lahir di dunia, dan kelahiran ini tidak tersebar merata di antara negara. Di Niger seorang perempuan rata-rata punya sekitar 6,1 anak, sedangkan di Korea Selatan hanya sekitar 0,7. Artikel ini melihat sepuluh negara dengan angka kelahiran tertinggi dan sepuluh terendah dari 70 negara di situs ini, lalu menjelaskan mengapa angka kelahiran turun dan bagaimana hal itu mengubah sebaran kelahiran di dunia. Angka diambil dari Prospek Kependudukan Dunia PBB 2024 dan data Bank Dunia, berupa nilai perkiraan.
Apa yang ditunjukkan angka kelahiran total?
Angka kelahiran total menunjukkan berapa anak yang akan dilahirkan seorang perempuan sepanjang masa suburnya, dengan anggapan tingkat kelahiran tiap kelompok umur hari ini tetap. Agar penduduk menggantikan dirinya tanpa migrasi, angka ini perlu sekitar 2,1. Di tempat dengan kematian anak yang tinggi batasnya sedikit lebih tinggi, dan di tempat dengan kematian anak sangat rendah mendekati 2,1. Rata-rata dunia sekarang sekitar 2,3, tepat di atas batas itu. Di dalam rata-rata ini ada dua dunia yang sangat berbeda.
10 negara dengan anak per perempuan terbanyak
Republik Demokratik Kongo, Niger, Somalia, dan Chad sama-sama sekitar 6,1 dan berada di puncak daftar. Mali sekitar 5,7, Nigeria sekitar 5,1, dan Angola sekitar 5,0 menyusul di belakang. Burkina Faso, Mozambik, dan Tanzania sama-sama sekitar 4,6. Dari ketiganya, yang masuk tabel adalah Tanzania dan Mozambik karena jumlah kelahiran tahunannya lebih tinggi, sedangkan Burkina Faso dengan nilai yang sama tertinggal di luar. Hampir seluruh daftar berisi negara Afrika Sub-Sahara, dengan Afganistan sebagai satu-satunya pengecualian.
| Negara | Anak per perempuan | Kelahiran per tahun, ribu | Penduduk perkotaan, % |
|---|---|---|---|
| Republik Demokratik Kongo | sekitar 6,1 | sekitar 4.500 | sekitar 47 |
| Niger | sekitar 6,1 | sekitar 1.200 | sekitar 17 |
| Somalia | sekitar 6,1 | sekitar 750 | sekitar 47 |
| Chad | sekitar 6,1 | sekitar 750 | sekitar 24 |
| Mali | sekitar 5,7 | sekitar 900 | sekitar 46 |
| Nigeria | sekitar 5,1 | sekitar 7.700 | sekitar 54 |
| Angola | sekitar 5 | sekitar 1.400 | sekitar 68 |
| Afganistan | sekitar 4,8 | sekitar 1.500 | sekitar 27 |
| Tanzania | sekitar 4,6 | sekitar 2.300 | sekitar 37 |
| Mozambik | sekitar 4,6 | sekitar 1.200 | sekitar 38 |
10 negara dengan anak per perempuan tersedikit
Ujung bawah diisi Asia Timur dan Eropa Selatan. Korea Selatan sekitar 0,7 termasuk yang terendah di dunia, ditemani Hong Kong sekitar 0,8 dan Taiwan sekitar 0,9. Ukraina dan Tiongkok sekitar 1,0, Spanyol sekitar 1,1, serta Jepang, Polandia, Thailand, dan Italia sekitar 1,2. Di negara-negara ini angka kelahiran setengah dari batas pergantian generasi atau kurang.
| Negara | Anak per perempuan | Kelahiran per tahun, ribu | Penduduk perkotaan, % |
|---|---|---|---|
| Korea Selatan | sekitar 0,7 | sekitar 230 | sekitar 81 |
| Hong Kong | sekitar 0,8 | sekitar 33 | sekitar 100 |
| Taiwan | sekitar 0,9 | sekitar 135 | sekitar 80 |
| Ukraina | sekitar 1 | sekitar 200 | sekitar 70 |
| Tiongkok | sekitar 1 | sekitar 9.000 | sekitar 65 |
| Spanyol | sekitar 1,1 | sekitar 320 | sekitar 81 |
| Jepang | sekitar 1,2 | sekitar 730 | sekitar 92 |
| Polandia | sekitar 1,2 | sekitar 270 | sekitar 60 |
| Thailand | sekitar 1,2 | sekitar 520 | sekitar 53 |
| Italia | sekitar 1,2 | sekitar 380 | sekitar 72 |
Mengapa angka kelahiran turun?
Tidak ada satu sebab tunggal, melainkan beberapa perubahan yang saling terkait. Ketika kematian anak turun, keluarga bisa merasa cukup dengan lebih sedikit anak karena risiko kehilangan mengecil. Anak perempuan yang bersekolah mendorong usia menikah dan usia melahirkan pertama naik. Urbanisasi menaikkan biaya membesarkan anak: anak tidak lagi menjadi tenaga kerja di ladang, melainkan beban biaya tempat tinggal, pendidikan, dan perawatan. Akses ke layanan keluarga berencana juga langsung memengaruhi jumlah kelahiran.
Di Asia Timur perubahan ini terjadi sangat cepat. Di Korea Selatan angka kelahiran sekitar enam anak per perempuan pada 1960-an, lalu turun di bawah 1 dalam beberapa dekade. Jam kerja panjang, biaya perumahan dan pendidikan yang tinggi, serta pernikahan yang terlambat sering disebut sebagai faktor penurunan ini. Di Tiongkok, selain kebijakan keluarga berencana yang berlaku sejak 1980, urbanisasi dan naiknya pendidikan juga dianggap berperan.
Angka kelahiran rendah dan jumlah kelahiran tinggi bisa terjadi bersamaan
Negara dengan angka kelahiran rendah bisa tetap menjadi tempat lahir banyak bayi, karena jika penduduknya besar, jumlah perempuan yang bisa melahirkan juga besar. India adalah contoh terbaiknya: meski hanya sekitar 2,0 anak per perempuan, sekitar 23 juta bayi lahir tiap tahun, atau sekitar 17 persen kelahiran dunia. Di Tiongkok dengan angka kelahiran sekitar 1,0, sekitar 9 juta bayi lahir tiap tahun.
Sebaran kelahiran di dunia
Di sepuluh negara dengan angka kelahiran tertinggi, sekitar 22 juta bayi lahir tiap tahun. Jumlah ini sekitar sama dengan kelahiran India sendirian, sekitar 17 persen kelahiran dunia. Di negara-negara ini pendapatan per kapita rendah dan kematian anak tinggi. Nigeria dengan sekitar 7,7 juta kelahiran adalah yang terpadat dalam kelompok ini. Itu lebih dari sepuluh kali jumlah kelahiran Jepang yang sekitar 0,7 juta.
Di sepuluh negara dengan angka kelahiran terendah, sekitar 12 juta bayi lahir tiap tahun, sekitar 9 persen kelahiran dunia. Kalau Tiongkok dikeluarkan dari kelompok ini, sembilan negara sisanya totalnya sekitar 3 juta, atau sekitar 2 persen kelahiran dunia. Di negara-negara ini penduduk menua, jumlah pekerja berkurang, dan beban perawatan lansia bertambah.
Menurut proyeksi PBB, dalam beberapa dekade ke depan porsi bayi yang lahir di dunia akan naik di Afrika dan turun di Asia. Karena itu, kalau kamu lahir kembali hari ini, peluangmu lahir di Afrika lebih besar daripada generasi sebelumnya.
Di mana posisi Indonesia?
Di Indonesia ada sekitar 2,1 anak per perempuan dan sekitar 4,5 juta bayi lahir tiap tahun. Angka ini tepat di sekitar batas pergantian generasi, yaitu 2,1. Di antara 70 negara di situs ini, Indonesia berada di peringkat ke-33 dari yang tertinggi untuk anak per perempuan, dan harapan hidupnya sekitar 71 tahun. Untuk rincian, lihat halaman Indonesia.
Kalau ingin melihat negara kelahiranmu, kamu bisa melempar dadu di permainannya.